Buku ini berisi mengenai kebijakan dan wawasan dalam membangun lingkungan permukiman, pembangunan rumah flat, perbaikan kampung dan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Buku ini berisi mengenai masalah tata ruang perkotaan, kota baru dan permukiman perkotaan, perancangan kawasan perkotaan, dan konservasi warisan nudaya perkotaan.
Permukiman kumuh menjadi isu kebijakan tata ruang yang strategis di Indonesia karena adanya kecenderungan peningkatan luas permukiman kumuh. Sejak tahun 2008, 26% penduduk Indonesia di perkotaan menghuni kawasan permukiman kumuh. Kecenderungan peningkatan
Perumahan dan Pemukiman yang nyaman huni dan sehat selalu menjadi dambaan setiap orang. Ada empat aspek utama yang sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut, yakni Aspek Fisik (persyaratan fisik, seperti bangunan, ventilasi, penghawaan, dll), Aspek
Memiliki tempat tinggal yang layak huni merupakan hak asasi setiap manusia. Lingkungan hunian yang banyak ditemui di kota umumnya berupa perkampungan dan perumahan. Masing-masing memiliki ciri dan karakter yang berbeda, tetapi fungsi utamanya sama, yaitu
Permukiman yang berada di daerah rendah memiliki permasalahan yang cukup pelik terkait dalam pengelolaan tinja dan air limbah. Sebuah rumah seyogianya memenuhi empat persyaratan utama yaitu memenuhi syarat fisiologis, memenuhi syarat psikologis, terhindar